UJI BEDA RATA RATA
NAMA : AGUS SAPUTRA
NPM : 17 630 071
UJI BEDA RATA RATA
Teori uji beda rata-rata itu sebuah teori dalam statistik
yang dipake untuk nguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai
pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel
(Santoso, 2004).
Uji beda rata-rata itu baru bisa
jika data yang digunakan tipenya kuantitatif artinya data yang diolah hanya
berbentuk angka. Uji beda tu ada pembagian-pembagiannya lagi:
- Uji T untuk menguji rata-rata pada satu kelompok sampel disebut one sampel T Test. nah pengujian ini dilakukan antara lain untuk menguji homogenitas data, dan dapat juga digunakan
- untuk mengetahui signifikasi perbedaan rata-rata suatu kelompok
sampel dengan nilai pembanding yang ditetapkan.
- Uji T untuk mengetahui
perbedaan rata-rata dua sampel yang saling bebas atau Independent Sample
T-Test. Melalui pengujian ini, dapat diketahui signifikansi perbedaan
rata-rata dua kelompok sampel yang saling tidak berhubungan.
- Uji T mengetahui perbedaan
rata-rata dua sampel yang berhubungan atau berpasangan (Paired Sample
T-Test). Melalui pengujian ini dapat diketahui signifikansi perbedaan
rata-rata dua kelompok sampel yang saling berhubungan.
Pengujian Perbedaan
Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two
sample )
Sebelum ini sudah dibahas
mengenai Pengujian Rata‐rata sampel tunggal (Single sample
t‐test).
untuk kali ini sedikit lebih tinggi yaitu Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas
(Independent sample t‐test). Penelitian eksperimen
biasanya menggunakan dua sampel atau lebih sebagai objek penelitiannya.
Sampel-sampel tersebut dibandingkan untuk melihat ada-tidaknya perbedaan
setelah sampel-sampel tersebut diberi perlakuan berbeda. Untuk melihat
ada-tidaknya perbedaan, dilakukan uji perbedaan dua rata-rata.
Uji hipotesis dua rata-rata digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan (kesamaan) rata antara dua buah data. Salah satu teknik analisis statistik untuk menguji hipotesis dua rata-rata. Pengujian ini merupakan uji statistik parametrik yang tentu saja harrus memenuhi asumsi.
Uji hipotesis dua rata-rata digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan (kesamaan) rata antara dua buah data. Salah satu teknik analisis statistik untuk menguji hipotesis dua rata-rata. Pengujian ini merupakan uji statistik parametrik yang tentu saja harrus memenuhi asumsi.
Data
berdistribusi normal
Data
diplih secara acak
Data
yang digunakan merupakan dat numerik (skala & interval)
Pertanyaanya
bagaimana jika asumsi diatas tidak bisa terpenuhi? maka caranya yaitu mengganti
metode dari parametrik menjadi non-parametrik. untuk metode ini belum
dijelaskan atau belum dibuat. segeara akan dibuatkan untuk metode ini.
Hipotesis yang digunakan dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas ada 3 hampir sama dengan yang lainnya yaitu:
1. Hipotesis dua arah yaitu rata-rata antar kelompok sama
2. Hipotesis satu arah menganggap kelompok 1 lebih tinggi rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
3. Hipotesis satu arah yang menganggap kelompok 1 lebih kecil rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
Dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample ) ada 4 jenis mencari statistik uji dari Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample):
Hipotesis yang digunakan dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas ada 3 hampir sama dengan yang lainnya yaitu:
1. Hipotesis dua arah yaitu rata-rata antar kelompok sama
2. Hipotesis satu arah menganggap kelompok 1 lebih tinggi rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
3. Hipotesis satu arah yang menganggap kelompok 1 lebih kecil rata-ratanya dibandingkan kelompok 2.
Dalam Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample ) ada 4 jenis mencari statistik uji dari Pengujian Perbedaan Rata‐rata Dua sampel saling bebas (Independent two sample):
Varians
populasi diketahui:
Cara ini dapat digunakan apabila kita mengetahui nilai varians populasi itu sendiri.sehingga cara ini mungkin jarang digunakan karena untuk mengetahui nilai populasi. berikut cara mencari z-hitung:
apabila kita tidak mengetahui nilai populasi khususnya simpangan baku maka kita bisa menggunakan uji-t. dalam uji t ini dibagi menjadi tiga bagian.
Varians populasi tidak diketahui, Ukuran sampel sama dan Varians diasumsikan sama
Cara ini dapat digunakan jika ukuran sampel (n) sama dan juga varians homogen/sama. ini kadang diasumsikan untuk memecahkan masalah penelitian. berikut uji t yang digunakan:

dimana

Sx1x2 disebut juga pool standar deviasi yang merupakan penggabungan dua standar deviasi. pada t-hitung ini menggunakan degree of freedom dengan rumus 2n-2.
Varians
populasi tidak diketahui, Ukuran sampel berbeda dan varians diasumsikan sama
Walaupun varians homogen tapi ukuran sampel yang digunakan berbeda maka rumus di atas tidak dapat digunakan. sehingga perlu menggunakan t-hitung yang baru sebagai berikut:

dimana

selain itu degree of freedom pun berubah. degree of freedom untuk kasus ini yaitu n1+n2-2
Varians
populasi tidak diketahui, Ukuran sampel sama/berbeda, Varians diasumsikan
berbeda
Tes ini juga disebut dengan welch's test dan hanya digunakan apabila varians diasumsikan berbeda (baik ukuran sampel sama atau berbeda). berikut cara menghitung t statistik:

dimana

untuk menentukan degree of freedom menggunakan rumus sebagai berikut:
persamaan ini juga dikenal dengan Persamaan welch satterthwaite
Langkah-Langkah
Uji Kesamaan Dua Rata-Rata (Usman & Akbar, 2009)
1)
Uji atau asumsikan bahwa data dipilih secara acak
2) Uji atau asumsikan bahwa data berdistribusi normal
3) tentukan apakah variansnya homogen atau hetero?
4) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat
5) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik
6) Cari t-hitung atau z-hitung dengan rumus tertentu
7) Tentukan taraf signifikan (α)
8) Cari t-tabel atau z-tabel dengan pengujian dua pihak dimana df yang tergantung rumus.
9) Tentukan kriteria pengujian, yaitu:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima
10) Bandingkan t-hitung dengan t-tabel
11) Buatlah kesimpulannya
2) Uji atau asumsikan bahwa data berdistribusi normal
3) tentukan apakah variansnya homogen atau hetero?
4) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk kalimat
5) Tulis Ha dan H0 dalam bentuk statistik
6) Cari t-hitung atau z-hitung dengan rumus tertentu
7) Tentukan taraf signifikan (α)
8) Cari t-tabel atau z-tabel dengan pengujian dua pihak dimana df yang tergantung rumus.
9) Tentukan kriteria pengujian, yaitu:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima
10) Bandingkan t-hitung dengan t-tabel
11) Buatlah kesimpulannya
Contohnya
kasus:
Seorang
pemilik kedai minuman mengadakan sebuah penelitian untuk mengetahui selera
pemilihan minuman dengan rasa jeruk yang lebih diminati konsumennya. Sampel
sebanyak 12 orang diambil dengan percobaan minuman dengan jeruk yang diperas
dengan tangan sendiri, dan 10 orang dengan percobaan minuman jeruk yang diolah
dari botol sirup dengan rasa jeruk. Sampel pertama memberikan penilaian dengan
nilai rata – rata 93 dengan simpangan baku 6 dan sampel kedua dengan nilai rata
– rata 60 dengan simpangan baku 7,5. Ujilah hipotesis kedua percobaan jenis
minuman , dengan alternatif keduanya tidak sama dengan taraf nyata 10%.
Pembahasan:
Disini
permasalahannya yaitu ingin membandingkan selera konsumen jeruk yang lebih
dinikmati dengan tangan sendiri atau diolah dengan botol sirup. sehingga disini
menggunakan perbedaan rata-rata dua sampel. untuk sampel pertama (n1)=12 dan
untuk sampel kedua (n2)=10. sedangkan untuk simpangan baku berbeda yaitu untuk
sampel 1 = 6 dan untuk sampel 2 = 7,5. sehingga dapat disimpulkan menggunakan
cara varians tidak diketahui dan diasumsikan berbeda karena menggunakan nilai
simpangan baku dari sampel.
Komentar
Posting Komentar